Cegah Prajuritnya Terpapar Paham Radikal, Dandim Pekalongan Beri Pemahaman Tentang Balatkom

Advertisemen
Kota Pekalongan – Guna memberikan pemahaman dan pembekalan  serta mencegah berkembangnya bahaya laten komunis dan paham radikal Kodim 0710/Pekalongan menyelenggarakan Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal kepada prajurit TNI, PNS dan KBT, bertempat di Aula serbaguna Makodim setempat, Jumat(22/11/2019)

Kegiatan tersebut dengan mengambil tema "Melalui Pembinaan Antisipasi Balatkom Dan Faham Radikal, Prajurit TNI AD Senantiasa Waspada Dan Mampu Mengambil Langkah Yang Tepat Dalam Mengamankan Dan Menjaga Keselamatan Bangsa Dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Dari Segala Bentuk Ancaman Terutama Bangkitnya Kembali Bahaya Laten Komunis Dan Faham Radikal"


Kegiatan di buka langsung oleh Dandim 0710/Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto dan diikuti oleh keluarga besar TNI( KB TNI), satuan dinas jawatan (Satdisjan) wilayah pekalongan para Danramil dan Babinsa Kodim 0710/Pekalongan yang berjumlah 100 orang.


Dijelaskan Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, Kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada prajurit dan masyarakat untuk mencegah berkembangnya bahaya laten komunis dan paham radikal.

“ Menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan komunis dan paham radikal ini tidak bisa terlepas dari peran masyarakat, karena dengan berkembangnya ilmu teknologi saat ini juga menjadi hal krusial, apabila masyarakat tidak paham betul apa yang dinamakan bahaya laten komunis dan paham radikal ini,”jelas Dandim.


Terkait pencegahan kedalam, yaitu ke para prajuritnya, Dandim menerangkan bahwa selama ini sudah banyak langkah dan upaya agar prajurit TNI tidak terpapar paham radikal.

" Untuk pencegahan kedalam yaitu pada diri prajurit, kita selalu adakan pemahaman yang betul dan kegiatan yang bersifat anti radikalisme, seperti sosialisasi, jam Komandan serta yang lainya ,"Imbuh Dandim.

Yang terpenting dari semua kegiatan anti bahaya laten komunis dan paham radikal menurut Dandim, untuk memperjuangkan dan membela pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pancasila adalah Ideologi  negara yang sah dan harus kita pertahankan, oleh karena itu, kita akan lawan apabila ada pihak-pihak tertentu yang akan mengganti dan merorong pancasila,”tegas Dandim.(Rus )
Advertisemen