Dandim Pekalongan Hadiri Peresmian GKJ Purbo Di Jolotigo

Advertisemen
Pekalongan - Dandim 0710/Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto menghadiri acara peresmian  Gedung Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbo yang berada di Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, (25/12/2019) sore.

Hadir dalam Peresmian GKJ Purbo tersebut antara lain Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan H. Suparno mewakili Ketua DPRD, Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan KH. Kasiman Mahmud Desky, dan beberapa Kepala OPD.

Disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat memberikan sambutannya, selamat karena pelaksanaan pembuatan tempat ibadah ini sudah selesai. Dengan demikian, umat nasrani yang ada di Dukuh Purbo bisa menjalankan ibadahnya dengan baik. Tidak hanya itu, "Gedung ini juga bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga sebagai tempat membahas beberapa hal dalam rangka pembangunan di Dukuh Purbo", kata Asip Kholbihi.

Menurutnya, dari informasi yang diterima, toleransi umat beragama di Dukuh Purbo sangat bagus. Bahkan, ketika ada umat agama lain, misalnya Islam menggelar kegiatan, warga nasrani di daerah itu ikut membantu. 

Demikian juga, ketika pembangunan GKJ Purbo, umat beragama lainnya ikut gotong royong. "Toleransi umat beragama di Dukuh ini sangat bagus dan perlu ditingkatkan lagi," jelasnya.

Asip mengungkapkan dengan menjalankan kehidupan seperti itu, maka warga di dukuh ini tidak akan bisa terpecah. Bahkan, menurut buku yang pernah dibacanya, yang namanya manusia itu selalu harmoni atau selalu menjaga kerukunan.

"Saya sangat berharap, apa yang telah dijalankan warga terkait hubungan bermasayarakat harus selalu dijaga, bahkan ditingkatkan. Jangan sampai, kehidupan seperti itu dengan mudah diprovokasi oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab demi kepentingan sendiri maupun orang lain,"ungkapnya.

Bupati Asip juga memberikan acungan jempol dengan adanya pembangungan gedung GKJ Purbo. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk pembangunannya cukup besar, namun bisa terealisasi dengan adanya donatur dari umat nasrani di daerah itu.

"Padahal, dari Pemkab Pekalongan dalam menyumbang anggaran tidak begitu besar sehingga pengurus gereja itu patut diberi apresiasi," tambahnya.
Advertisemen